• Jl. Raya IX Sukamandi
  • (0260) 520157
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
71 dilihat       01 September 2026

Mentan Amran Sidak Sawah di Karawang, Pastikan Petani Tetap Tanam di Musim Kemarau

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke areal persawahan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8). Sidak dilakukan untuk memastikan petani tetap dapat menanam dan berproduksi meski menghadapi musim kemarau.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran mengecek langsung kondisi lahan, ketersediaan air, serta pemasangan dan pemanfaatan pompa untuk mengairi sawah. Ia menemukan sumber air di sekitar lahan masih tersedia, bahkan melimpah, namun sebagian sawah belum terairi secara optimal.

Mentan Amran menegaskan kondisi tersebut harus segera ditangani. Air yang tersedia harus dialirkan ke lahan agar petani tidak kehilangan kesempatan tanam pada musim kemarau.

 Ada dua, kita kirim pompa karena kekeringan. Ada juga karena tidak bisa tanam seperti sekarang. Ada air, air melimpah, tetapi di sini tidak bisa tanam. Hari ini kita bisa tanam, sebelah sudah tanam,  ujar Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, sidak tersebut penting untuk memastikan program pemerintah benar-benar berjalan dan bantuan yang diberikan tepat sasaran serta dimanfaatkan di lapangan.

 Kunjungan ini untuk melihat langsung apa benar pompa sudah dipasang, apa benar yang kekeringan ini sudah dipasang pompa. Ternyata benar. Makanya terima kasih kepada jajaran. Kita cek langsung, jangan dicek dari Jakarta,  tegasnya.

Mentan Amran mengatakan optimalisasi sumber air melalui pompanisasi menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga pertanaman tetap berjalan sepanjang tahun. Lahan yang sebelumnya hanya dapat ditanami dua kali ditargetkan dapat ditingkatkan menjadi tiga kali tanam.

 Ini harus kita resonansikan ke seluruh Indonesia. Dulu tanam dua kali, bisa tiga kali. Nanti kita sisir seluruh Jawa dan luar Jawa. Kita sisir semua yang ada sumber air, kita pasangkan pompa,  kata Mentan Amran.

Karawang menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) sekaligus produksi padi. Dengan optimalisasi pengairan, Mentan Amran menargetkan IP yang sebelumnya dua kali tanam dapat meningkat menjadi tiga kali tanam.

Ia menilai peningkatan frekuensi tanam tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan petani. Di lokasi yang dikunjungi, luas areal yang dapat dioptimalkan mencapai sekitar 3.000 hektare.

Mentan Amran juga melihat peluang peningkatan produktivitas padi di Karawang. Saat ini produktivitas petani di lokasi berada di kisaran tujuh ton per hektare. Dengan penerapan metode budidaya yang lebih baik, produktivitas tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan.

 Produksinya petani tujuh ton. Ini bisa naik 12 ton, 11 ton dengan metode baru,  ujarnya.

Menurut Mentan Amran, pertanian tetap dapat menghasilkan produktivitas tinggi pada musim kemarau selama kebutuhan air tanaman terpenuhi. Bahkan, kondisi tersebut dapat mendukung proses fotosintesis tanaman sehingga produksi berpotensi meningkat.

 Ini ditanami di saat musim kering. Bahkan kalau ditanami musim kering, itu produksinya bisa 10 ton, bisa 9 ton. Kenapa? Fotosintesis itu penuh,  katanya.

Mentan Amran mengungkapkan, program pompanisasi yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi padi di Pulau Jawa. Sekitar 100 ribu pompa yang dipasang telah mendorong tambahan produksi sekitar 2,8 juta ton gabah di Jawa.

 Dulu kita pasangkan pompa kurang lebih 100 ribu. Hasilnya adalah meningkat untuk Jawa saja 2,8 juta ton gabah. Hampir tiga juta ton,  jelasnya.

Karena itu, Mentan Amran menegaskan pemerintah akan terus menyisir wilayah-wilayah yang memiliki sumber air tetapi belum optimal dimanfaatkan untuk pertanian. Pompanisasi akan diperkuat baik di Jawa maupun luar Jawa untuk memastikan lahan pertanian tetap produktif menghadapi musim kemarau.

Mentan Amran mengapresiasi kolaborasi Kementerian Pertanian dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta jajaran teknis di lapangan dalam mempercepat pengelolaan air untuk pertanian.

 Saya mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirjen SDA, luar biasa, Pak Menteri PU. Saya kagum pada Dirjen SDA. Terima kasih, ini adalah putra terbaik bangsa,  ujarnya.

Mentan Amran menekankan bahwa pemerintah harus melihat langsung persoalan yang dihadapi petani sehingga solusi dapat segera diberikan. Menurutnya, program pertanian harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

 Kita jangan sibuk berdebat, rapat, dan seterusnya. Kita lihatlah langsung lapangan ini,  kata Mentan Amran.

Dengan optimalisasi sumber air, pompanisasi, percepatan tanam, dan peningkatan produktivitas, pemerintah terus berupaya memastikan lahan pertanian tetap menghasilkan meski memasuki musim kemarau. Dari Karawang, Mentan Amran menegaskan target peningkatan indeks pertanaman dari dua kali menjadi tiga kali tanam menjadi bagian dari upaya memperkuat produksi dan kesejahteraan petani.

 

Prev Next

- BBPSI Padi


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Mentan Amran, Dua Tahun Berkinerja Terbaik di Kabinet Merah Putih
    11 Sep 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Mentan Amran: Mayoritas Beras Fortifikasi Tak Sesuai, Rakyat Dirugikan
    07 Sep 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Mentan Amran Pastikan Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino: Produksi Tetap Kuat, Surplus Terjaga
    07 Sep 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Kunker Mentan Amran ke BRMP Padi, Uji Teknologi PM-AAS Bisa Dongkrak Produktivitas Padi
    02 Sep 2026 - By BBPSI Padi
  • Thumb
    Mentan Beri Combine Harvester untuk Buruh Tani dan Ganti Traktor yang Dicuri
    01 Sep 2026 - By BBPSI Padi

tags

Kemarau Mentan Amran karawang

Kontak

(0260) 520157

[email protected]

Jl. Raya IX, Desa Sukamandi, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat

Kode Pos 41256

Whats App : 085756420179

www.padi.brmp.pertanian.go.id

© 2023 - 2026 Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi. All Right Reserved